seputar cat epoxy lantai

Saat ini penggunaan epoxy lantai sebagai pengganti keramik sedang trend. Tidak heran jika Anda bisa menyaksikan betapa banyak pusat perbelanjaan, gedung, rumah sakit, serta lainnya yang lantainya tidak terbuat dari keramik melainkan epoxy.

Meskipun terasa mahal oleh kebanyakan orang, penggunaan epoxy lantai ini sangat efisien karena kualitas yang akan didapatkan. Selain itu, epoxy itu jauh lebih kuat, lebih bersih, dan mengkilap, serta tidak mudah retak.

Harga Cat Epoxy Lantai

Jika Anda merasa tertarik dengan epoxy lantai, tentu Anda akan lebih tertarik lagi jika mengetahui harga murah yang kami tawarkan untuk jasa epoxy lantai.

Perlu diketahui bahwa dalam menentukan harga, kami mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jenis cat epoxy yang digunakan dengan harga yang bervariasi. Namun, kami tidak selalu merekomendasikan untuk memilih cat epoxy lantai termahal. Kami menyarankan agar Anda memilih cat epoxy yang terbaik. Artinya, cat harus disesuaikan dengan kondisi lantai.

Untuk mewujudkan hal ini, tentunya kami harus melakukan survey terlebih dahulu ke lokasi. Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu. Kami membuka layanan konsultasi sebelum Anda memutuskan untuk melakukan epoxy lantai.

Faktor penentu harga epoxy yang juga perlu untuk diperhatikan adalah ketebalan. Setiap lantai membutuhkan lapisan cat epoxy dengan ketebalan yang berbeda. Ada yang hanya membutuhkan ketebalan sebesar 300 micro saja. Ketebalan ini biasanya digunakan pada lantai yang tidak banyak dilewati seperti lantai plafon. Jadi, lantai tidak butuh cat yang begitu tebal. Lain hal dengan lantai kolam renang. Setidaknya ketebalan cat 1000 micron. Penentuan ketebalan cat epoxy lantai ini dibuat berdasarkan seberapa berat beban pada lantai. Contohnya saja, tempat parkir mobil sebaiknya lantainya dilapisi dengan epoxy cukup tebal mengingat beban mobil cukup berat.

Ada cat epoxy dof dan glossy. Kebanyakan memang lantai dicat dengan cat epoxy glossy. Lantai rumah sakit yang paling sering menggunakan epoxy glossy. Lantai begitu licin, mengkilap, dan bersih. Sementara itu, dof terlihat lebih natural. Silakan Anda menentukan berdasarkan preference Anda.

Cara Mengecat Lantai Beton

Sebenarnya ada beberapa langkah yang sama antara pengecatan dinding dengan pengecatan lantai beton. Jadi, area yang akan dicat harus dibersihkan dari berbagai noda.

Untuk lantai beton, pembersihan menggunakan mesin grinding. Ini merupakan proses pembersihan permukaan lantai beton dari noda-noda yang menempel sekaligus membuka pori-pori lantai. Pori-pori ini harus dibuka agar cat epoxy lantai menempel dengan sempurna.

Setelah itu, beberapa langkah perlu dilakukan :

1.Mengaplikasikan Primer Epoxy

Kami sebagai jasa epoxy lantai menyebut primer epoxy sebagai coating pertama. Kami menggunakan rol dalam mengaplikasikan coating ini agar pengerjaan lebih efektif dan cepat.

2.Mengaplikasikan Plamir

Butuh waktu sekitar 1 jam agar primer epoxy benar-benar kering. Namun, lama waktu pengeringan tentu ditentukan oleh cuaca. Setelah kering, baru kemudian plamir diaplikasikan. Dan sekali lagi, setelah plamir selesai, harus ditunggu hingga lantai kering.

3.Mengaplikasikan Cat Epoxy Dasar

Sama seperti dinding, lantai beton juga perlu dicat dasar. Agar permukaan halus, proses pengamplasan dilakukan setelah cat dasar mengering.

Setelah itu dilakukan langkah berikutnya, yaitu melakukan pengecetan. Lapisannya disesuaikan dengan ketebalan yang diinginkan. Semakin tebal cat epoxy, maka proses pengerjaan semakin lama.

Ingat, pastikan Anda juga sudah menentukan finishingnya. Apakah permukaan lantai beton glossy atau dof. Atau mungkin Anda ingin epoxy lantai 3D.

Kekurangan Lantai Epoxy

Meskipun lantai epoxy memiliki banyak kelebihan, namun tidak bisa dipungkiri kalau ada juga kelemahannya, yaitu permukaan yang terlalu licin, terutama jika selalu terkena sabun karena dibersihkan. Karenanya, pertimbangkan terlebih dahulu dulu sebelum lantai dicat dengan epoxy. Selain itu, cat epoxy lebih berbau menyengat mengingat komponen kimia yang digunakan. Semoga bermanfaat.

Filed under: Artikel

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!